Harian Kendari

Pj Bupati Konawe Imbau Masyarakat Sulawesi Tenggara Jaga Kerukunan Jelang Pilkada 2024

HarianKendari.com – Penjabat (Pj) Bupati Konawe, Dr. H. Harmin Ramba., SE, MM, memberikan imbauan penting kepada masyarakat untuk menjaga kerukunan dan keamanan menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) tahun 2024.

Hal itu diserukan Dr. Harmin Ramba sebagai upaya menciptakan suasana yang kondusif, agar senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban, khususnya setelah pelaksanaan Pemilu tahun 2024.

“Secara umum, pelaksanaan pemungutan suara pada tanggal 14 Februari 2024, serta pleno perhitungan suara dari tingkat PPK sampai tingkat provinsi, berlangsung aman dan tertib. Untuk itu, kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga situasi yang kondusif,” ungkap Dr. Harmin Ramba, Senin 25 Maret 2024.

Dalam konteks politik yang semakin memanas menjelang Pilkada, menjaga kerukunan dan keamanan menjadi perhatian khusus seluruh masyarakat. Untuk itu, Kepala Kesbangpol Sultra itu menekankan pentingnya kesadaran dari semua elemen masyarakat untuk menjaga kedamaian dan menghindari konflik yang dapat mengganggu kerukunan di Bumi Anoa.

“Mengajak kepada seluruh masyarakat Sulawesi Tenggara agar senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban,” imbuhnya.

Selain itu, Dr. Harmin Ramba juga menyerukan kepada semua pihak, baik itu kandidat, tim sukses, maupun pendukung, untuk mengedepankan semangat sportivitas dan sikap yang menjunjung tinggi etika politik. Hal ini penting agar kontestasi politik berjalan dengan sehat dan tidak menimbulkan gesekan di antara masyarakat.

Sebagai bagian dari upaya menjaga kerukunan, ia juga mengajak masyarakat untuk lebih aktif dalam menyaring informasi dan tidak mudah percaya kepada berita yang belum terverifikasi kebenarannya.

“Tidak mudah terprovokasi oleh berita-berita hoaks yang bertujuan untuk memecah belah persatuan sesama masyarakat di Bumi Anoa,” pungkasnya.

Dengan imbauan ini, diharapkan masyarakat Sulawesi Tenggara dapat mensukseskan proses Pilkada 2024 dengan damai, tanpa adanya gesekan yang dapat mengganggu kerukunan masyarakat di Bumi Anoa.