Harian Kendari

Presma IAIN Kendari Kritik Baliho Paslon Tidak Beraturan Dapat Membahayakan Pengguna Jalan

HARIANKENDARI.COM,KENDARI – Pesta demokrasi atau biasa dikenal dengan pesta rakyat akan digelar serentak pada bulan Februari 2024, tepatnya pada tanggal 14.

Dalam perhelatan tersebut kita akan melakukan pemilihan umum secera serentak, tentu ini akan menjadi momentum penting dalam menjalankan prinsip-prinsip demokrasi menuju masa depan Indonesia.

Tidak terkecuali Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), kota yang sering di juluki Kota Lolu ini, kini menjadi kota baliho dari para figur partai yang siap bertarung pada pemilihan serentak 14 februari mendatang.

Selain penempatan baliho yang tidak beraturan atau asal – asalan itu mendapat kritikan dari Presiden Mahasiswa (Presma) IAIN kendari.

Ashabul Akram, mengungkapkan bahwa, kota kendari yang dijuluki kota lulo tidak melekat lagi untuk kota kendari dengan adanya pesta demokrasi ini.

“Seperti yang kita ketahui bahwasannya kota Kendari dijuluki sebagai kota lulo,
yang notabenenya menurut pengertian beberapa orang adalah tari yang mempererat persahabatan dan persatuan, dan ada juga beberapa pengertian dengan versi yang lain” Kata Ashabul Akram, Presma IAIN kendari, Kamis (01/02/2024).

Ia juga menambahkan penempatan baliho yang tidak beraturan itu tentu dapat menganggu ketertiban lalu lintas dari adanya baliho partai yang seolah olah ingin menonjolkan eksistensi mereka sebagai peserta politik.

“Kita bisa melihat secara jelas fakta yang terjadi di lapangan, banyaknya baliho para pengagum jabatan yang berserakan begitu saja, bukan hanya itu saja, tetapi ketidak teraturannya baliho yang terpampang dimana-mana tanpa melihat nilai estetik apakah pemasangan baliho itu sudah baik”. Lanjutnya.

Selain itu dia juga menghimbau agar lebih meminalisir penggunaan atribut kampanye dalam hal ini Alat Peraga Sosialisasi (APS) dan Alat Peraga Kampanye (APK), agar tidak dapat menganggu pengguna jalan raya

Dengan banyaknya APK dan APS tentu dapat menghalangi dan membahayakan para pengguna jalan roda dua maupun roda empat di tambah lagi baliho yang ukurannya begitu besar, bahkan dilorong yang kecil pun tak luput dari pemasangan baliho itu sendiri, yang notabenenya menghalangi pandangan dari segalah arah pengendara.

“Memang kita ketahui bersama bahwa pra pesta politik itu akan membuat seisi kota dipenuhi dengan baliho, akan tetapi dalam pemasangan baliho itu betul-betul harus dibatasi dan diberikan tempat khusus dalam pemajaganya sehingga elok dilihat dan tidak menganggu pandangan masyarakat”. Tutur Presma IAIN kendari itu.

Memang seperti yang kita ketahui bersama Pemerintah kota, KPU dan Parpol sudah menyepakati penertiban APS/APK, bahkan juga akan menurunkan baliho yang melanggar aturan tersebut, namun yang dia maksud adalah bukan hanya persoalan yang melanggar saja, tetapi memang harus ada pengurangan pemasangan baliho tersebut.

“Saya kira dengan adanya pengurangan dan penertiban instrumen kampanye maka kota tidak akan kehilangan estetikanya, dan juga masyarakat tidak akan lagi terganggu”. Tutupnya