Harian Kendari

KKN-PPM UGM 2023-SG008 Satukan 3 Desa di Arena Voli, Sejarah Pertama di Kecamatan Laonti

HarianKendari.com.KONAWE SELATAN – Suasana haru dan keceriaan menyelimuti Desa Namu, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan, karena digelarnya Turnamen Voli 3 Desa pertama kali dalam sejarah.

Adalah Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada (UGM) SG008, yang berInisiatif gelar ajang olahraga dan melibatkan 3 Desa masing-masing Desa Namu, Desa Batu Jaya dan Desa Malaringgi.

Tim KKN UGM, di bawah bimbingan Dra. Eko Sulistyani, M.Sc., tidak hanya mengenalkan proyek-proyek pembangunan komunitas, tetapi juga menciptakan momen berharga yang melibatkan masyarakat dari tiga desa tersebut.

Okasah Rofi Izzatik, koordinator kegiatan turnamen voli, menjelaskan tujuan di balik acara ini, “Selain untuk memeriahkan hari-hari terakhir menjelang selesainya masa KKN di Desa Batu Jaya, Malaringgi, dan Namu, semoga turnamen voli persahabatan 3 desa ini juga dapat menjadi ajang mempererat tali silaturahmi satu sama lain.” Kata-kata ini mencerminkan spirit utama dari turnamen ini, yaitu membangun hubungan yang kuat dan harmonis antarwarga desa.” Ujar Oka

Sejak dahulu Tantangan utama yang dihadapi adalah sulitnya akses transportasi antar ketiga desa tersebut, yang bahkan memerlukan penggunaan perahu motor sebagai sarana transportasi utama. Meskipun demikian, semangat masyarakat dan tim KKN UGM tak tergoyahkan, menjadikan turnamen ini sebagai bentuk kebersamaan yang mengatasi kendala logistik. Hal ini diperkuat dengan akses jalan yang sudah terbuka menghubungkan 3 Desa oleh Pemda Konawe Selatan.

Turnamen Voli 3 Desa berlangsung mulai Sabtu, 20 Januari 2024, hingga Selasa, 23 Januari 2024, dengan Dusun 4 Desa Namu menjadi tuan rumah yang hangat. Masyarakat tidak hanya menikmati pertandingan voli, tetapi juga mengekspresikan kebersamaan dan kegembiraan yang dihasilkan dari kolaborasi tiga desa.

Sementara itu Kepala Desa Namu Nikson mengungkapkan Turnamen Voli 3 Desa UGM di Konawe Selatan diharapkan menjadi inspirasi bagi kegiatan serupa di tempat-tempat terpencil lainnya.

“Inisiatif ini menunjukkan bahwa olahraga bukan hanya tentang persaingan, tetapi juga dapat menjadi sarana mempererat ikatan sosial dan membangun komunitas yang lebih solid.” Ucap Nikson.