Harian Kendari

Bupati Konut Bawahkan Kuliah Umum di UHO Terkait Best Practive Kepimpinan Dalam Penangulangam Bencana Daerah di Konut

HARIANKENDARI.COM,KENDARI – Bupati Konawe Utara Ruksamin membawakan kuliah umum terkait Best Practice tentang Kepemimpinan Dalam Penangulangan Bencana Daerah di Kabupaten Konawe Utara (Konut).

Kegiatan Peringatan Bulan Pengurangan Resiko Bencana yang bertemakan Peringatan Bulan PRB: Penguatan Kemandirian Daerah Menuju Resiliesni Berkelanjutan.

Bupati Konawe Utara Ruksamin menyampaikan bahwa hari ini dia hanya berbagi pengalaman dan tidak ada niat untuk mengajari serta tidak memberitahu, tapi saya memberikan pengalaman selama ia memimpin Konut dalam penangulangan bencana.

Kata Ruksamin, peran Kepimpinan dalam situasi kritis itu ada tiga yakni mempunyai information, interpersonal, Decisional atau pengambilan keputusan.

“Informasi dalam hal ini seperti monitor atau memantau informasi dari lingkungan, Dessiminator atau membagikan informasi, Spokesperson atau komunikator organisasi atau biasa disebut juru bicara,” ujarnya

Lanjut, Ruksamin, dan interpersonal yang dimaksud dalam hal ini Figurehead atau menjadi contoh dan menetapkan prinsip-prinsip kunci dan kebijakan utama, Leader, menyediakan arahan atau membangkitkan antusisme, Liaisorr atau berkoordinasi dengan antarpihak lain yang tidak bisa dilakukan oleh satu individu.

“Sedangkan Decisional atau biasa disebut dengan pengambilan keputusan ada empat yakni, Disturbance Handler atau mengatasi masalah dan konflik
Resource allocator, mengatur anggaran dan membagi sumber daya, Negotiatir, membangun kesepakatan dan memilihara perjanjian serta Entrepreneur, mengembangkan inisiatif baru (produk, pelanggan, pasar, dan proses),” tambahnya.

Kata Ruksamin, kapabilitas seorang pemimpin merupakan tonggak suksenya organisasi maupun tim dalam meraih tujuan bersama. Pengalaman dari beberapa kejadian bencana di Indonesia bahwa masyarakat terdampak bencana maupun melewati masa-masa krisinya tidak terlepas dari kehadiran seorang pemimpin untuk menghentikan situasi kritis.

“Pemimpin harus mampu melaksanakan fungsi koordinasi dan berkomunikasi untuk sebuah keputusan dengan cepat dan tepat ditengah kritik yang terus muncul saat situasi kritis. Kapabilitas kepala daerah beserta jajarannya memainkan peranan yang strategis untuk mengendalikan kondisi krisis tersebut,” jelasnya.