Harian Kendari

Gelar Kelas Prebunking di Fikom Unisba Guna Membentuk Mahasiswa Berpikir Kritis di Era Misinformasi

HARIANKENDARI.COM,BANDUNG – Program Cek Fakta Masyarakat AntiFitnah Indonesia (MAFINDO) bersama AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia) serta cekfakta.com dan Google News Initiatives, melaksanakan kegiatan Kelas Prebunking di Universitas Islam Bandung (Fikom Unisba).

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Pascasarjana Unisba, mereka antusias mengikuti acara ini dari pagi hingga sore hari, baik berupa materi yang sifatnya teori maupun praktik prebunking.

Project Officer Koalis Cek Fakta Mafindo Muh. Ansari mengatakan, tujuan dari kegiatan ini untuk mengajak peserta mahasiswa Fikom Unisba agar dapat memprediksi dan mencegah hoaks sebelum muncul dan beredar.

“Melalui pelatihan ini juga diharapkan nantinya peserta bisa menjadi agen untuk menularkan kemampuannya dalam prebunking dan cek fakta di lingkungan dan komunitasnya,” ujarnya.

Hal ini selaras dengan penyampaian Kaprodi Ilmu Komunikasi Fikom Unisba, Dr. Ani Yuningsih, Dra., M.Si bahwa Kelas Prebunking ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa generasi muda anak bangsa.

‚ÄúPrebunking merupakan bentuk atisipasi kita, menjadi pemadam kabakaran juga merupakan hal baik (debunking) akan tetapi melakukan pencegahan itu lebih baik. jadi kelas prebunking ini sangat diperlukan terutama bagi mahasiswa,” katanya.

Di era di mana informasi palsu menyebar dengan cepat melalui media sosial, outlet berita, dan saluran komunikasi lainnya, pemikiran kritis dan literasi media menjadi semakin penting.

Istilah “prebunking” mengacu pada pendekatan proaktif untuk menghilangkan prasangka informasi palsu sebelum informasi tersebut menjadi populer, dan Kelas Prebunking dirancang untuk memberdayakan individu agar menjadi pencari kebenaran yang proaktif.

Mendukung hal tersebut, maka Mafindo dan Fikom Unisba berkomitmen untuk mempromosikan kebenaran, akurasi, dan pemikiran kritis di masyarakat.

Kami percaya bahwa dengan memberdayakan individu untuk menjadi konsumen informasi yang cerdas, kita dapat secara kolektif memerangi penyebaran informasi yang salah dan berkontribusi terhadap dunia yang lebih terinformasi dan terhubung.