Harian Kendari

STKS Konsel Dukung Kelangsungan Investasi Agar Perekonomian Di Sultra Bangkit

HarianKendari – Ketua Serikat Tani Konawe Selatan (STKS) Ujang Uskadiyana, mengajak masyarakat transmigrasi Desa Laikandonga, Kecamatan Ranomeeto Barat, Kab. Konsel untuk menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

“Saya Ketua STKS Konsel mengajak seluruh masyarakat transmigrasi Dusun III Desa Laikandonga, Kecamatan Ranomeeto Barat, mari kita menjaga keamanan dan ketertiban (Kamtibmas) yang aman dan kondusif, demi kelangsungan investasi agar perekonomian bangkit di wilayah Prov. Sultra” ujarnya.

Lanjut Ujang, Daerah yang aman merupakan suatu investasi kelangsungan hidup agar perekonomian dapat bangkit di Wilayah Sultra.

“Mari menjaga Daerah kita demi kelangsungan investasi dan ekomoni bangkit di Sultra,” jelasnya

Untuk diketahui, lahan transmigrasi sempat digusur oleh pihak perusahaan PT Merbau sejak tahun 2014, tahun 2020 dan terakhir bulan Agustus s/d September tahun 2023 tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu.

Akibat dari penggusuran itu warga transmigrasi melakukan protes lantaran mereka sudah 12 tahun bermukim di wilayah tersebut.

Akibatnya tanaman masyarakat seperti, merica, pala, cengkeh, serai, kopi, pisang dan sejumlah tanaman perkebunan lainnya rusak karena digusur alat berat.

Selain itu, dengan adanya adanya penggusuran ini juga menyebabkan kerusakan jalan dan jembatan di wilayah tersebut.

Pihaknya juga telah beberapa kali mengirimkan surat kepada pihak terkait agar diberikan solusi terhadap persoalan ini, bahkan pihaknya juga telah beberapa kali melakukan aksi demonstrasi, hearing dengan DPRD, bertemu dengan beberapa pejabat pemangku kewenangan, namun hingga saat ini belum ada solusi atas persoalan tersebut.

Harapan kami kepada pihak terkait untuk segera mencarikan solusi terbaik atas permasalah ini dan tidak membiarkan permasalahan ini berlarut- larut.

Seiring berjalannya waktu pihaknya tetap mendukung setiap adanya investasi yang masuk di Kecamatan Ranomeeto Barat agar perekonomian bangkit di wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) dengan harapan sesuai dengan aturan yang ada tanpa membenturkan kami dengan pihak perusahaan.