Harian Kendari

Profil Ahmad Fauzy Peraih Penghargaan Adi Laksana dari SPN Polda Sultra, Adik Kandung Yusuf Korban Tewas Demonstrasi 26 September 2019

HarianKendari – Adik mahasiswa UHO yang jadi korban saat demonstrasi tanggal 26 September 2019 lalu kini jadi anggota Polisi Republik Indonesia (Polri).

Korban dari demonstrasi tersebut bernama Muhammad Yusuf Karwadi dan mempunyai adik bernama Ahmad Fauzy (18).

Ahmad Fauzy kini mengikuti pendidikan Bintara Polri di Sekolah Polisi Negara (SPN) Anggotoa setelah lulus seleksi rekrutmen anggota Polri 2023 di Polda Sultra.

Yusuf bersama Randi, mahasiswa Fakultas Perikanan UHO tewas saat bersama-sama ribuan mahasiswa lainya berunjukrasa di Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara.

Adik Yusuf, Ahmad Fauzi kini lulus polisi dan mengikuti pendidikan Polri, setelah kurang lebih dua bulan mengikuti pendidikan, Fauzy mendapat penghargaan Adi Laksana atau siswa berperilaku baik.

Penghargaan tersebut diberikan, setelah pelatih atau pengasuh memantau para siswa selama mengikuti tahap pendidikan dasar bhayangkara (Dhasbara).

Dari 267 siswa yang mengikuti pendidiakan bintara di SPN, Ahmad Fauzy terpilih dan layak mendapat penghargaan tersebut.

“Dari pemantauan selama 50 hari, kami memberikan penghargaan. Penghargaan ini murni tanpa adanya setingan dengan melihat aspek dan kriterian para siswa,” jelas Kepala Sekolah Polisi Negara (Ka SPN) Polda Sultra, Kombes Pol Arri Vaviriyantho, Kamis (11/9/2023).

Fauzy, merupakan anak dari pasangan Ramlan dan Endang Yulidah. Ia lahir di Raha, Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara, 19 Januari 2005.

Fauzy tinggal berasama keluarga di Kelurahan Laimpi Kecamatan Kabawo, Kabupaten Muna.

Saat lulus sekolah menengah Pertama (SMP), Fauzy kemudian melanjutkan sekolah di SMA Negeri 5 Kendari.

Pascalulus SMA, Fauzy kemudian mengikuti tes penerimaan anggota Polri di Polda Sultra tahun 2023.

Ia merupakan anak ketiga dari pasangan Ayah Ramlan dan Ibu Endang Yulidah.

Saudaranya yakni Muhammad Yusuf Kardawi, Ahmad Fauzan, Ahmad Fatir dan Akila Sahira.