Harian Kendari

Elemen Masyarakat dan Mahasiswa Gelar Deklarasi Tolak Terorisme Dan Radikalisme di Sultra

HarianKendari.com – Elemen masyarakat dan mahasiswa Sulawesi Tenggara (Sultra) gelar deklarasi porsoalan tolak Terorisme dan radikalisme di bumi anoa

Deklrasi tersebut dari pimpin Ketua Tawon Sultra Bibi Asmara dan Organisasi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI).

Ketua Tawon Sultra bersama seluruh pengurus besar Tawon Sultra.

Mereka dengan tegas dan berkomitmen untuk melawan segala bentuk paham radikal yang dapat mengancam stabilitas negara.

“Saya selaku Ketua Umum Tawon Sultra dan seluruh pengurus besar mengajak dan mengimbau seluruh elemen masyarakat Sulawesi Tenggara agar tidak terpengaruh terhadap paham-paham radikal yang bertentangan dengan nilai-nilai undang-undang dasar 1945 dan Pancasila, salam mepokoaso, salam NKRI,” kata Bibi Asmara diikuti seluruh pengurus besar Tawon Sultra, Selasa (28/8).

Deklarasi anti terorisme dan radikalisme yang dilakukan oleh Tawon Sultra merupakan langkah yang sangat penting dalam menjaga kedamaian dan kesatuan Indonesia khususnya di Bumi Anoa.

Deklarasi ini merupakan suara yang mengajak seluruh masyarakat Sulawesi Tenggara untuk bersatu dalam menjaga nilai-nilai dasar negara, seperti Undang-Undang Dasar 1945 dan Pancasila.

Pesan “salam mepokoaso, salam NKRI” yang disampaikan juga menekankan pentingnya persatuan dan kesatuan dalam bhinneka tunggal ika, yang menjadi salah satu kekuatan besar Indonesia.

Tawon Sultra secara jelas mengimbau agar masyarakat tidak terpengaruh oleh ideologi radikal yang dapat merusak kerukunan sosial dan nilai-nilai dasar bangsa.

Dengan deklarasi ini, Tawon Sultra memberikan contoh positif dalam upaya menjaga kedamaian dan keberagaman di Indonesia, serta memastikan bahwa Sulawesi Tenggara tetap menjadi daerah yang aman dan damai.

Ditempat yang berbeda, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam elemen mahasiswa Sulawesi Tenggara (Sultra) menolak keras paham radikalisme masuk di lingkugan kampus di Kota Kendari.

Salah satu perwakilan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sultra mengatakan radikalisme adalah ideologi atau kecenderungan yang mencari perubahan atau pembaharuan sosial dan politik melalui cara-cara kekerasan atau drastic.

“Masuknya ajaran tersebut jelas-jelas sangat bertentangan dengan nilai-nilai pancasila. Semoga kita selalu menjaga kerukunan dan kedamaian hidup dalam bermasyarakat,” bebernya

Bukan hanya itu kata dia, jangan sampai anak-anak muda terpengaruh dengan paham-paham radikal karena paham radikal bukan saja bisa mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara tapi juga bisa merusak kehidupan rumah tangga dan masa depan pemuda.

“Apalagi penyebaran paham radikalisme saat ini sangat marak disebarkan melalui media sosial dengan sasarannya adalah anak-anak muda,” ungkapnya

Untuk diketahui, Organisasi Tahrir Indonesia (HTI) resmi dibubarkan oleh Pemerintah beberapa waktu lalu, namun ideologinya tidak serta merta hilang.

Bahkan ajaran tersebut disebarkan melalui berbagai cara mulai dari organisasi ekstra Kampus Gema Kebebasan dan ideologi mereka masih esksis disebarkan.

Seperti dalam pantauan media disalah satu pagar Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) terpasang sebuah baliho dengan ukuran 3×4 yang bertulisakan “Khalifah Solusi Atas Bobroknya Pemerintah Saat Ini”.

Radikalisme adalah ideologi atau kecenderungan yang mencari perubahan atau pembaharuan sosial dan politik melalui cara-cara kekerasan atau drastic.

Karena itu jelas-jelas sangat bertentangan dengan nilai-nilai pancasila. Semoga kita selalu menjaga kerukunan dan kedamaian hidup dalam bermasyarakat.