Harian Kendari

Anak Tukang Las di Konawe Menjadi Lulusan Terbaik Universitas Halu Oleo

Hariankendari.Com,Kendari – Nening Febriyani Rivai putir yang berasal dari Kelurahan Wawotobi, Kecamatan Wawotobi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, berhasil menjadi wisudawan terbaik Universitas Halu Oleo (UHO) pada wisuda gelombang pertama periode April-Juli 2023.

Ia sukses mendapatkan gelar wisudawan terbaik dengan raihan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna yaitu 4,0. Dengan lama studi 3 tahun 11 bulan, pada Program Studi (Prodi) Antropologi Sosial, Fakultas Ilmu Budaya (FIB).

Anak dari pasangan Yahya Rivai (ayah) dan Nurmin (Ibu) yang keseharianya ayahnya bekerja sebagai tukang las sedangkan ibunya sebagia Ibu Rumah Tangga (IRT).

Nening Febriyani Rivai mengatakan, tidak menyangka dengan prestasi yang dia raih, lantaran ia hanya menjalankan kewajiban sebagai mahasiswa pada umumnya. Namun, selama proses perkuliahan ia selalu melakukan kebiasaan untuk mempelajari dokumen Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang sebelumnya telah dibagikan kepada mahasiswa sebelum proses pembelajaran dimulai.

“Tiap mata kuliah itu ada RPS. Jadi sebelum masuk kuliah itu pasti saya mempelajari dulu RPS itu. Jadi kalau masuk kelas pasti sudah tau apa yang akan dibahas oleh dosen-dosen. Jadi saya sudah menguasai materi, kalau masuk kelas yang lain pada diam, saya sudah tahu materi apa yang akan dibawakan,” ujarnya, Rabu (9/8/2023)

Kata Nening ai sangat senang sekali mendapatkan predikat ini dari ribuan mahasiswa yang ada. Ini semua berkat motivasi dari kedua orang saya.

Lanjutnya, kedepannya usai menyelesaikan pendidikan S1 nya tersebut, ia berkeinginan untuk melanjutkan pendidikan S2 jika berhasil mendapatkan beasiswa.

“Tapi kembali lagi ke dua orang tua saya maunya saya bagaimana. Saya mengikuti kedua orang tua. Tapi kalau keinginan untuk lanjut S2 pasti ada. InsyaAllah kalau dapat beasiswa lanjut,” bebernya.

Ia menyampaikan bahwa sebelum kuliah di UHO beberapa tahun lalu. Nening mengaku sempat tidak mendapatkan izin dari ayahnya, lantaran tidak ingin Nening pergi jauh dari kedua orangtuanya.

“Tapi mama saya memberi kepercayaan bahwa dia (ibunya) yang akan tanggung jawab kalau ada apa-apa sama saya. Alhamdulillah selesai dan dapat predikat cumlaude,” bebernya.

Sementara itu ditempat yang sama, Ibunda dan ayah Nening mengaku sangat bersyukur dengan apa yang telah diraih oleh putrinya tersebut.

“Saya sangat bersyukur, apapun yang dia lakukan untuk pelajarannya saya usahakan dan memang perjuangannya sulit,” kata sang ibu dengan suara terbata-bata sembari berusaha menahan air mata kebahagiaan.

Ia berharap kedepannya, putrinya tersebut bisa lebih baik karena masih banyak cita-cita yang akan dilanjutkan. Semoga tercapai keinginannya.