Harian Kendari

Pemkot Kendari Target Pengerjaan Inner Ring Road Rampung Tahun Ini

Harian Kendari.com.Kendari – Pemerintah Kota Kendari menargetkan pengerjaan Jalan Kembar Kali Kadia atau Inner Ring Road rampung tahun ini. Menyusul dimulainya proses lelang kembali usai memutus kontrak dua perusahaan sebelumnya dalam proyek pengerjaan.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kendari, Erlis Sadya Kencana. Erlis tak menampik pengerjaan jalan sepanjang 4,1 kilometer saat ini sedang berhenti usai adanya pemutusan proyek yang dilakukan sesuai regulasi.

“Ada hambatan kemarin sempat berhenti, karena ada yang tidak berlanjut pekerjaannya terhenti dari pelaksana pertama. Jadi kita lakukan pemutusan kontrak dengan tahapan-tahapan dan kajian teknis melibatkan Inspektorat, BPK Provinsi, hingga Kejari Kendari,” ungkap Erlis, Selasa (18/7/2023).

Ia mengatakan proses pemutusan kontrak terhadap dua perusahaan Kerjasama Operasional (KSO) yakni PT Istaka Karya dan PT Lesindo dilakukan sejak April 2023. Erlis menuturkan adanya pemutusan kontrak kerja karena satu di antara perusahaan tersebut mengalami pailit.

“Setelah itu kita menyusun lagi melalui evaluasi, sudah kita laporkan dan sekarang dalam tahap ulang lelang, semoga dalam waktu dekat bisa kita lanjutkan,” ungkapnya.

Namun Erlis memastikan pemutusan kontrak tersebut dilakukan sesuai aturan yang berlaku. Ia mengatakan dalam pemutusan kontrak tersebut, Pemkot Kendari tidak menuai kendala berarti.

Erlis mengungkapkan Pemkot Kendari akan mengejar pengerjaan jalan kembar tersebut usai terlaksananya lelang baru dengan menargetkan selesai di akhir tahun 2023. “Tahun ini kita target selesai, mudah-mudahan kita bisa mengejar ketertinggalan,” bebernya.

Sementara, Project Manager PT Lesindo, Dohara Simalulang membenarkam adanya pemutusan kontrak dalam pengerjaan jalan yang menelan anggaran Rp 204 miliar menggunakan dana PEN tersebut. Pihaknya pun mempertanyakan adanya pemutusan yang dilakukan, mengingat perusahaan yang mengalami pailit adalah PT Istaka Karya.

“Yang pailit kan Istaka bukan Lesindo. Kalau dibilang mampu tidak Lesindo melanjutkan pengerjaan yang tersisa, ya mampu lah,” ujar Dohara ditemui, Kamis (20/7).

Dohara pun heran kepada Pemkot Kendari yang memulai proses lelang, padahal saat ini pengajuan gugatan PT Lesindo adanya pemutusan kontrak sepihak sedang berjalan di pengadilan. Menutur Dohara, ketika satu perkara dalam proses gugatan, maka tidak dibolehkan adanya kegiatan dalam obyek sengketa, terutama proses lelang

“Secara umum kondisi sengketa itu tidak bisa dilelang. Sekarang kan dalam proses lelang, kita sudah ajukan gugatan, tidak bisa dilelanglah, harus menunggu keputusan dulu baru bisa lelang,” ungkapnya.

Dohara berharap agar pengadilan bisa memutus dengan membatalkan terkait adanya pemutusan kontrak sepihak yang dilakukan oleh Pemkot Kendari terkait kelanjutan pengerjaan proyek dana PEN tersebut.