Harian Kendari

17 Karya Cineas Lokal Ikut Kurasi Proposal Film Dispar Tahun 2023

HarianKendari.Kendari – Dinas Pariwisata (Dispar) Sulawesi Tenggara (Sultra) laksanakan Kurasi Film tahun 2023 di salah satu hotel Kota Kendari, 17 karya terdaftar dan akan di melalui tahapan seleksi untuk mendapatkan 10 terbaik yang akan dinilai oleh tim penilai.

Kurasi film adalah kegiatan guna mengelola dan mengeksplorasi cineas lokal Sulawesi Tenggara, melalui tahapan penyeleksian dihasilkan 10 karya yang bakal dilakukan penilaian hingga menghasilkan 3 proposal karya film terbaik.

Kepala bidang Ekonomi Kreatif, Syamsinar Syasah mengungkapkan, kurasi film ini merupakan tahap pertama dari tiga kegiatan yang dikhususkan utnuk mengembangkan Sulawesi Tenggara.

Kurasi film dikhususkan bagi para cineas lokal untuk mengajukan proposal karya film dengan durasi pendek yang nanti set filmnya mengangkat tentang wisata atau budaya Sulawesi Tenggara.

“Kurasi film ini kita harapkan dapat menumbuh kembangkan gairah para cineas dalam berkarya dan mengangkat wisata dan budaya Sultra melalu perfilman,” jelasnya, saat di wawancarai awak media di salah satu hotel kota Kendari, Senin (10/7/2023).

Syamsinar melanjutkan, kurasi film ini melalui beberapa tahapan antara lain pendaftaran, seleksi administrasi, penjurian dan pembuatan film.

Nantinya, 3 pemenang kurasi proposal film ini bakal dibiayai oleh dispar Sultra dalam pembuatan film pendek.

“Nanti film mereka bakal di tayangkan perdana di bioskop Hollywood Kendari,” terangnya.

Kegiatan proposal film merupakan kegiatan perdana dari tiga agenda dinas pariwisata. Nantinya, akan ada kegiatan festival film Wakatobi, dan pembuatan film layar lebar. Ketiga event tersebut merupakan kesinambungan rangkaian kegiatan yang di lakukan Dispar Sultra guna mengangkat perfilman di bumi anoa.

Ia pun berharap, melalui kegiatan tersebut, para cineas lokal dapat membuat karya film yang mengangkat wisata dan kebudayaan di Sultra.

Tak hanya itu, ekosistem perfilman dapat bergeliat sehingga menghasilkan ruang-ruang pendapat perfilman yang lebih baik, dan mendongkrak Parawisata Sultra.

“Kita berharap tercipta film yang keren dengan perwajahan Sulawesi Tenggara, para cineas dapat terpacu untuk membuat sebuah produk film yang berkualitas dan film tersebut dapat diikut sertakan pada festival film yang ada,” pungkasnya.

Penulis : Asm